Showing posts with label ISD. Show all posts
Showing posts with label ISD. Show all posts

Friday, December 6, 2013

BAB XI : Studi Kasus BAB I s/d BAB X

Berikut ini merupakan beberapa contoh studi kasus masing-masing bab mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, dimulai dari bab 1 sampai dengan bab 10, berikut rangkumannya:

BAB I : Pengantar Ilmu Sosial Dasar

Aplikasi Mata Pelajaran IPS Terhadap Kepedulian Sosial

Apakah yang dimaksud dengan Pekerjaan itu? Apakah hanya untuk orang-orang yang bekerja di kantor dan berseragam? Bagaimana dengan pekerjaan sebagai pengepul sampah?

Saya adalah seorang guru Sekolah Dasar kelas 3 di SDN Sumber Wetan 2. Pada mata pelajaran IPS Kelas 3 ada pembahasan tentang mata pencaharian. Ketika saya mulai menjelaskan tentang jenis-jenis pekerjaan, tiba-tiba saya dikejutkan dengan sebuah teriakan, “Bu guru, ayah Huda seorang rop-orop (pengepul sampah)”. Teriakan siswa itu kontan saja menimbulkan gelak tawa dari teman-temannya. Sementara Huda merasa tersinggung dengan cemoohan teman-temannya.

BAB X: AGAMA DAN MASYARAKAT

Pengertian Agama dan Masyarakat
 
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan kepercayaan tersebut. Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. 

Saturday, November 23, 2013

BAB IX : Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

http://rationallibertariancorner.com/wp-content/uploads/2011/08/Education-for-All-is-a-Myth-and-Cause-of-Corruption.jpg
images: Education for All is a Myth and Cause of Corruption
- http://rationallibertariancorner.com


1. Ilmu dan empat hal sikap ilmiah

“Ilmu pengetahuan” lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “pengetahuan “, yang masing-masing punya identitas sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi.

BAB VIII : Pertentangan-Pertentangan Sosial & Integrasi Masyarakat


http://www.afsi.org.uk/wp-content/uploads/2013/03/Pict1.jpg
images from: http://www.afsi.org.uk/


1. Perbedaan kepentingan dalam masyarakat.

Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara dihubungkan dengan menghubungkan antara individu-individu maupun antara kelompok dan golongan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima. Anggota memberi karena ia patut untuk memberi dan anggota penerima karena ia patut untu menerima. Ikatan berupa norma serta nilai-nilai yang telah dibuatnya bersama diantara para anggotanya menjadikan alat pengontrol agar para anggota masyarakat tidak terlepas dari rel ketentuan yang telah disepakati itu. 

Sunday, November 17, 2013

BAB VII : Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Tuesday, November 5, 2013

BAB VI: Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

BAB VI

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT



Pengertian Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Definisi pelapisan sosial menurut para ahli:
  • Pitirim A. Sorokin : Pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata social
  • P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan.

BAB V: Warga Negara dan Negara

BAB V

Warga Negara dan Negara



Pengertian Hukum

Istilah hukum berasal dari Bahasa Arab : HUK'MUN yang artinya menetapkan. Arti hukum dalam bahasa Arab ini mirip dengan pengertian hukum yang dikembangkan oleh kajian dalam teori hukum, ilmu hukum dan sebagian studi-studi sosial mengenai hukum.

Hukum sendiri menetapkan tingkah laku mana yang dibolehkan, dilarang atau disuruh untuk dilakukan. Hukum juga dinilai sebagai norma yang mengkualifikasi peristiwa atau kenyataan tertentu menjadi peristiwa atau kenyataan yang memiliki akibat hukum.

BAB IV : Pemuda dan Sosialisasi

BAB IV

Pemuda dan Sosialisasi



Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda. 

Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.

Sunday, November 3, 2013

BAB III : Individu, Keluarga, dan Masyarakat

BAB III

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT



Pengertian Individu

Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu erat kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia.

Dalam pandangan psikologi sosial, manusia disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dalam dirinya. Di dalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hampir identik dengan tingkah laku massa.

Sunday, October 13, 2013

BAB II : Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan


BAB II

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN





Pertumbuhan Penduduk

A. Pertumbuhan Penduduk Dunia

Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk

BAB I : Pengantar Ilmu Sosial Dasar

BAB I
Pengantar Ilmu Sosial Dasar



A. Pengertian Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

1. Pengertian Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial


Ilmu sosial dasar adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah – masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah)